Education | Result of Seminar, Food Day

“Hello everyone, how are you? hari ini aku akan memberikan atau berbagi hasil seminar food day (hari pangan) yang pernah aku ikuti 2 tahun lalu. so, semoga ini bermanfaat yaaa”

18 Oktober 2014

Sejak tahun 1981 Food and Agriculture Organization (FAO) melalui resolusi PBB No. 1/1979 menetapkan tanggan 16 Oktober sebagai Hari Pangan Sedunia. Penetapan ini sebagai upaya pemerintah dalam mendorong dan mempertahankan swasembada pangan, kemandirian dan ketahanan pangan melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak pada sektor pangan nasional. Salah satu cara untuk merayakan hari pangan sedunia adalah melalui seminar Food Day yang biasa dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai ketahanan pangan.

Dengan latar belakang diatas, maka Himpunan Jurusan Teknologi Pangan mengadakan talk show atau seminar dengan tema “Memanfaatkan Hasil Agrikultur Keluarga Untuk Ketahanan Pangan”, yang materinya disampaikan oleh para ahli.

Hari pangan sedunia biasa kita laksanakan setiap tanggal 16 Oktober, dimana biasanya untuk merayakan hari pangan sedunia diadakan seminar hari pangan sedunia, bazar pangan dan pembagian makanan gratis kepada masyarakat seperti pembagian telur, susu, roti dan lain-lain. Hari pangan sedunia dilaksanakan untuk mengetahui bahwa pangan berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. (Dr. Ir. Asep Dedi Sutrisno, 2014)

Pada seminar hari pangan sedunia ini, diangkat tema yang menarik yakni Memanfaatkan Hasil Agrikultur Keluarga Untuk Ketahanan Pangan. Agrikultur keluarga itu sendiri adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh unit-unit terkecil dari pertanian. Secara umum agrikultur keluarga adalah melaksanakan penanaman atau bercocok pangan dihalaman rumah sendiri. Keuntungan dari agrikultur keluarga adalah kita mampu menciptakan komoditi buah atau sayur dihalaman rumah sendiri yang dapat dijamin keamanannya. Kita tahu, bahwa untuk mencegah hama biasanya para petani menyemprotkan pestisida dan insektisida pada tanaman buah dan sayur sehingga mungkin keamanan pangan untuk bahan pangan tersebut tidak terjamin sepenuhnya, namun apabila kita menanam tanaman pangan dihalaman rumah sendiri kita dapat tahu dan kita yang menjamin keamanannya. (Ibu Dr. Bibong Widyarti, 2014)

Komoditas yang dapat dihasilkan melalui agrikultur keluarga sangatlah beragam. Kita dapat menanam tanaman apapun dilingkungan sekitar kita seperti tomat, kangkung, bayam, cabai, terong dan lain-lain. Kelebihan hasil panen dapat ditangani dengan cara melakukan pengawetan ataupun dijual sebagai peluang bisnis, bahkan dapat dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan sebagai ladang amal bagi kita. (Dr. Ir. Asep Dedi Sutrisno, 2014)

Kita tidak perlu menggunakan bahan pangan import untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Kita pun dapat menggunakan produk lokal dari sekarang, selain untuk memajukan pendapatan para petani kita, melalui upaya tersebut kita dapat menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Dengan sumber daya alam yang luas dan melimpah, peluang untuk menghasilkan komoditi tanaman pangan baik buah ataupun sayur secara besar-besaran sangatlah besar. (Ibu Endang, 2014)

Mungkin di perkotaan sangat jarang sekali pekarangan rumah dijadikan tempat untuk bercocok tanam, biasanyanya measyarakat hanya memanfaatkannya untuk tempat menyimpan kendaraan pribadi saja. Namun, saat ini konsep aquafonik dapat dilakukan oleh masyarakat urban diperkotaan. Aquafonik adalah sistem budidaya ikan dengan cara memadukan ikan dengan tanaman. Tanaman tersebut dapat menyaring air sehingga kondisinya tetap jernih. Mungkin dengan konsep ini juga dapat menambah keindahan rumah didaerah perkotaan. Kita pun dapat memanfaatkan polibag, botol bekas minuman sebagai terpat bercocok tanam, dan tidak perlu dirawat setiap jam, cukup satu jam sekali saja karena kita tahu bahwa saat ini masyarakat diperkotaan sangatlah sibuk. (Ibu Dr. Bibong Widyarti, 2014)

Selain membahas mengenai agrikultur keluarga, dalam seminar ini juga dibahas mengenai ketahanan pangan. Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dapat dikatakan memiliki ketahanan pangan jika seluruh penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan. Ketahanan pangan diatur dalam UU Pangan No. 18 tahun 2012. (Dr. Ir. Asep Dedi Sutrisno, 2014)

World Health Organiozation (WHO) mendefinisikan tiga komponen utama dalam ketahanan pangan atau tiga buah pilar dari ketahanan pangan yaitu ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan yang bernutrisi. Sedangkan, pemanfaatan pangan adalah kemampuan memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional. (Ibu Endang, 2014)

Tiga hal penting didunia adalah air, pangan dan energi. Kita tahu, bahwa kita tidak dapat melepaskan air dari kehidupan sehari-hari untuk mengolah makanan, membersihkan diri, minum dan lain-lain. Pangan pun tidak kalah pentingnya karena selama orang itu hidup, maka pasti orang tersebut memerlukan bahan pangan untuk diolah menjadi makanan. Sedangkan energi merupakan hal ketiga yang utama untuk kehidupan sehari-hari meskipun pada dasarnya Tuhan sudah memberikan energi paling besar yang bersumber dari sinar matahari setiap harinya. (Ibu Dr. Bibong Widyarti, 2014)

yap, itu dia hasil materi yang dibicarakan saat food day. semoga bermanfaat yaaa dan dapat memberikan pengetahuan baru. thanks for reading, have a nice day 🙂

Advertisements

One thought on “Education | Result of Seminar, Food Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s