My Life Story | …Mungkin akan menjadi biasa saja setelah kau dapatkan

1 November 2016

Malam ini tidak hujan, namun angin malam yang berhembus cukup menembus tulang rusukku. Aku termenung di ruang tidurku yang tak begitu luas karena mata ini belum menunjukkan rasa kantuknya. Sampai akhirnya aku membaca dan menemukan suatu kalimat indah dari  Pidi Baiq, aku tak mengenal beliau, namun aku sering mendengar atau melihat tulisan puitisnya yang tak jarang dapat ku pahami. Salah satu kalimatnya yaitu “orang yang kau anggap istimewa, mungkin akan menjadi biasa saja setelah kau dapatkan”.

cropped-alternative-art-backgrounds-beautiful-favim-com-3179476.png

Ya, aku teringat suatu hal setelah membacanya. Aku artikan itu sebagai istilah bosan. Malam ini aku mengingat kembali peristiwa 2 tahun lalu yang mungkin baru aku rasakan dan belum pernah aku rasakan sebelumnya. Suatu ketika di bulan yang indah yang menjadi bulan kelahiranku, saat itu sedang musim hujan. Bahagia dan duka datang bersamaan, ya itulah adilnya Tuhan. Saat itu adalah saat-saat terberat aku, dimana aku begitu merindukan sosok ayah dan ibu yang telah tiada lama, dan mulai merasakan memiliki sosok insan yang ku anggap lebih dari teman.

Aku mengenalnya hampir 4 tahun saat itu, dan semua semakin aku anggap serius saat aku hampir setiap hari bertemu dengannya.

Namun, semua seketika menjadi duka saat bosan menghampiri. Aku menyadari bahwa manusia memiliki sifat yang dinamis. Semua dapat diubah dan berubah. Akupun menyadari bahwa Tuhan mampu membolak-balikan hati manusia, namun apa daya aku yang hingga 6 tahun ini tetap memiliki rasa yang sama. Hingga ia kembalipun perasaan ini masih sama.

Saat ini orang menganggap ini dengan istilah drama, tapi itu karena tak semua merasakan dan memiliki perasaan sepertiku.

“orang yang kau anggap istimewa, mungkin akan menjadi biasa saja setelah kau dapatkan”, itu dapat terjadi pada siapapun dan mungkin akan seperti itu terus. Mungkin bijaknya adalah kita tak perlu berlebihan menempatkan manusia dalam hati kita, karena pada akhirnya semua akan berubah dan diubah dengan hal apapun yang ada. Aku belum pernah menjadi biasa, tapi aku pernah dianggap biasa. Namun, aku pahami semua hanya masalah waktu dan bagaimana perasaan yang lemah ini menanggapi semuanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s